Agama dan Dosis
Oleh : Teuku Muhammad Jafar
Apapun agamanya, agama itu penting, karena agama mengajarkan tentang konsekuensi segala perbuatan manusia didunia dengan akhirat nanti. Agama itu akan jadi obat dan jadi baik ketika dikonsumsi dengan dosis yang pas, tidak kurang dan tidak lebih. Namun ketika agama dikonsumsi secara over dosis maka disitulah agama itu menjadi penyakit, menjadi racun.
![]() |
Image from: Pixabay |
Agama itu juga akan menjadi candu, ketika tidak bisa memberikan solusi apa-apa. Orang yang beragama, tetapi tidak bertemu Tuhan dan tidak mengenal Tuhan, Ibarat orang yang jatuh cinta, namun kekasih yang membuatnya jatuh cinta itu, hanya dia dapat dari cerita seseorang kepadanya, namun tanpa pernah dia kenal dan tanpa pernah bisa dia temui, akhirnya karena frustasi, orang tersebut kemudian mengkonsumsi narkoba, lalu fly, melayang-layang, menjadi candu, dan itu dilakukan berulang-ulang, ketika ektase candu, dia merasakan ketenangan, namun ketenangan tanpa kesadaran, ketenangan semu, hanya ketenangan sesaat, sehingga sampai akhir hayat, hidup dalam candu.
Agama yang dikonsumsi berlebihan (overdosis) juga akan menghasilkan orang-orang dengan gangguan kejiwaan dan gangguan mental akut, sehingga menjadi gila, gila dalam beragama, orang-orang yang gila karena beragama, sehingga apapun yang dilakukan, apapun yang dihasilkan dari orang-orang seperti ini hanyalah kerusakan, ketakutan dan ketidak tenangan, apalagi jika kegilaan beragama ini diorganisasikan, di asosiakan, maka akan menghasilkan kegilaan massal. Bisa dibayangkan, apa jadi apa agama itu ketika di isi oleh orang-orang gila ?.
Ada ungkapan GURU SUFI, sebaik- baik mabuk, mabuk bertuhan, jangan mabuk beragama, karena kalau mabuk bertuhan, agama tidak akan dilupakan, namun kalau mabuk beragama, maka Tuhan akan dilupakan, karena yang akan dikejar adalah ritual, bukan spiritual.
Tulisan ini juga Publish di : Monologis.id